Selasa, 26 Juli 2011

Sosiologi nilai dan norma


NORMA DAN NILAI SOSIAL

Di dalam masyarakat manusia selalu ada,dan selalu dimungkinkan adanya yang disebut double reality.Di satu pihak ada system fakta:yaitu system yang tersusun atas segala apa yang senyatanya di dalam kenyataan ada.Dan dilain pihak ada sitem normatif:yaitu system yang berada didalam mental yang membayangkan segala apa yang seharusnya ada.Fungsi system fakta adalah determinan sitem normative.Sistem fakta saling mempengaruhi sitem normatif,tetapi tidak identik.
Norma merupakan konstruksi imajinasi yang bertujuan merealisasi imajinasi mental kedalam wujud kongkret di alam kenyataan.

Klasifikasi Norma-Norma Sosial:

1)Folkwyas:tata cara(ways)yang lazim dikerjakan atau diikuti oleh rakyat kebanyakan (folk) dan dilakukan berulang-ulang.
   Sifatnya:informal,komulatif,dan dilakukan kelompok tertentu.
   Contoh  :makan 3xsehari,cuci tangan sebelum makan.
   Sanksi   :ringan,relative lunak.misalnya:gunjingan,olok-olok.
2)Mores:sesuatu yang sungguh-sungguh telah bernilai benar &tidak memerlukan kebenaran.
   Contoh   :mencuri,zina.
   Sanksi    :lebih keras dan bisa dikutuk.
   Mores mengkaidahi hubungan-hubungan tertentu dalam situasi tertentu.misalnya:Guru-   murid,Suami-istri.
   Mores mengkaidahi hubungan sosial secara umum dalam situasi umum.misalnya:jujur,rajin.
Folkways dan mores didukung oleh tradisi.
3)Hukum:Mores yang bersifat tertulis&merupakan hasil perencanaan dan pemikiran yang sadar.
   Sifatnya:formal  melalui lembaga-lembaga tertentu.
   Sanksi   :hukuman.

Jenis-jenis norma:
1)Keagamaan:Mengkui adanya Tuhan,nabi,rosul dan hari kiamat.
2)Kesusilaan :Petunjuk umum yang ditujukan untuk kebaikan pribadi    seseorang.contoh:tidak curiga/iri.
3)Kesopanan :Memberikan petunjuk bagaimana sesorang berperilaku di dalam masyarakat.Contoh:memberi salam,berpakaian.
4)Hukum  :Bertujuan kedamaian hidup antar pribadi &ketertiban masyarakat.

NILAI
Adalah:
1)Gagasan mengenai apakah suatu pengalaman itu berarti atau tidak berarti.(Horton &Hunt 1987)
2)Pada hakekatnya mengarahkan perilaku &pertimbangan seseorang tetapi tidak menghakimi benar/salah.
3)Bagian penting dari kebudayaan /salah satu wujud kebudayaan.
Nilai bisa berubah karena nilai suatu proses &membentuk system yang dipengaruhi gagasan/perilaku yang berkembang dengan kemajuan jaman.

PROSES SOSIAL

Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka waktu,sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.Secara garis besar proses sosial ada2:Asosiatif&Disosiatif.

I.PROSES SOSIAL YANG ASOSIATIF
Proses sosial dapat disebut asosiatif apabila proses itu mengindikasikan adanya "gerak pendekatan atau penyatuan".4bentuk khusus proses sosial yang asosiatif:

1).Kooperasi
Dari bahasa latin,co:bersama-sama.Operani:bekerja.Jadi artinya bekerja sama/merupakan perwujudan minat dan perhatian orang untuk bekerja bersama-sama dalam suatu kesepahaman,sekalipun motifnya sering dan bisa tertuju kepada kepentingan diri sendiri.
Contoh kooperasi primer:keluarga,Dan koopersi sekunder:Organisasi pemerintahan,Organisasi sosial dan Organisasi keagamaan.
Untuk merealisasikan kooperasi ada 4 usaha:
a).Tawar menawar(bargaining)Bagian dari proses pencapaian kesepakatan untuk pertukaran barang atau jasa.
b).Kooptasi(cooptation):usaha kearah kerjasama yang dilakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang akan ditunjuk untuk mengendalikan jalanya organisasi.
c).Koalisi(coalition):usaha 2 organisasi atau lebih yang sekalipun mempunyai struktur berbeda tapi hendak mengajar tujuan yang sama dengan cara yang kooperatif.
d).Patungan (joint-venture):usaha bersama untuk mengusahakan suatu kegiatan demi keuntungan bersama yang akan dibagi nanti secara proporsional dan saling mengisi kekurangan masing-masing.

2)Akomodasi
Adalah suatu proses kearah tercapainya persepakatan sementara yang dapat diterima kedua belah pihak yang tengah bersengketa.Dalam proses akomodasi,masing-masing pihak tetap saja memegang teguh pendirian masing-masing namun sampai kepada "kesepakatan untuk saling tak sepakat"dan atas dasar toleransi atas perbedaan masing-masing itu lalu mempertahankan kelangsungan yang oleh Summer(1907) disebut antagonistic cooperation.
Akomodasi sebagai proses sosial dapat berlangsung dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
a).Pemaksaan (coercion), ialah proses akomodasi yang berlangsung melalui cara pemaksaan sepihak dan yang dilakukan dengan mengancam saksi.contoh:perbudakan.
b).Kompromi (compromise), ialah proses akomodasi yang berlangsung dalam bentuk usaha pendekatan oleh kedua belah pihak yang sadar  menghendaki akomodasi, kedua belah pihak bersedia mengurangi tuntutan masing-masing sehingga dapat diperolah kata sepakat mengenai titik tengah penyelesaian.
c).Penggunaan jasa perantara (mediation):suatu usaha kompromi yang tidak dilakukan sendiri secara langsung melainkan dilakukan dengan bentuk pihak ketiga yang mencoba mempertemukan dan mendamaikan.
d).Penggunaan jasa penengah (arbitrate):suatu usaha penyelesaian sengketa yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga  yang menyelesaikan dengan membuat keputusan-keputusan penyelesaian dengan ketentuan yang ada.misalnya perselisihan perburuan.
e).Peradilan (adjuciacion):suatu usaha penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh pihak ketiga yang memang mempunyai wewenang sebagai penyelesaian sengketa.
f)Pertenggangan(tolerantion):suatu bentuk akomodasi yang berlangsung tanpa manifestasi persetujuan formal macam apapun.
g).Stalemate,adalah bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan sama-sama memiliki kekuatan yang seimbang hingga mereka tiba pada suatu posisi"maju tidak bisa,mundur pun tak bisa".sering dikatakan stalemate bukanlah proses akomodasi melainkan resultant proses akomodasi.

3.Asimilasi
Asimilasi merupakan proses yang lebih berlanjut apabila dibandingkan dengan proses akomodasi.pada proses asimilasi terjadi peleburan kebudayaan.Asimilasi benar-benar mengarah pada lenyapnya perbedaan.Proses asimilasi akan timbul apabila:
a).Ada perbedaan kebudayaan antar kelompok manusia yang hidup pada waktu dan tempat tertentu.
b).Para warga dari masing-masing kelompok yang berbeda itu pada kenyaaanya selalu bergaul dalam waktu yang lama secara intensif.
c).Demi pergaulan mereka yang intensif itu masing-masing pihak menyesuaikan kebudayaan mereka sehingga terjadi saling penyesuain.

Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi:
a).Sikap dan kesediaan menenggang.
b).Sikap menghadapi orang asing berikut kebudayaanya.
c).Kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.
d).Sikap terbuka golongan penguasa.
e).Kesamaan dalam berbagai unsure kebudayaan.
f).Perkawinan Campuran
g).Musuh bersama dari luar.

Faktor penghambat penghambat terjadinya asimilasi:
a).Terisolasinya kebudayaan sesuai golongan tertentu di dalam masyarakat.
b).Kurangnya suatu pengetahuan suatu golongan tetentu mengenai kebudayaan.
c).Perasaan takut kepada kekuatan kebudayaan kelompok lain.
d).Perasaan superior yang bercokol dihati para warga yang mengakibatkan sikap meremehakan.
e).Perbedaan ciri badaniah antar kelompok atau ras.
f).Perasaan in-group yang kuat.
g)Gangguan-gangguan diskriminatif.
h).Perbedaan kepentingan.

4.Amalgamasi
Merupakan proses sosial yang melebur dua kelompok budaya menjadi satu yang pada akhirnya melahirkan sesuatu yang baru.
Contoh:Pertentangan antara suku Anglon-Saxon dan Normandia yang berakhir ketika terjadi perkawinan campuran kedua suku tersebut.

II.PROSES-PROSES SOSIAL YANG DISOSIATIF

Proses sosial yang disosiatif akan di uraikan secara berturut-turut  yaitu Kompetisi,Konflik dan Kontravensi.

1.KOMPETISI
Dapat diartikan persaingan adalah Proses sosial yang mengandung perjuangan untuk memperebutkan tujuan –tujuan tertentu yang sifatnya terbatas yang semata-mata bermanfaat untuk mempertahankan suatu kelestarian hidup.
Dibedakan 2tipe umum:Kompetisi personal yaitu kompetisi yang bersifat pribadi antar 2orang dan Kompetisi impersonal yaitu antar kelompok.
Persaingan memiliki fungsi atau efek positif yaitu:
a).Menyalurkan keinginan perorangan atau kelompok.
b).Merealisasikan keinginan,kepentingan ke arah tujuan.
c).Mendudukan seseorang pada kedudukan yang tepat.
d).Menyaring warga masyarakat sesuai dengan kemampuan.
e).Mematangkan kepribadian seseorang.
f).Memperluas pandangan dan pengetahuan.
g).Mendorong untuk bekerja keras.
Akibat negative :menimbulkan disorganisasi atau memperparah organisasi.

2.KONFLIK
Konflik adalah suatu proses sosial yang berlangsung dengan melibatkan orang-orang atau kelompok-kelompok yang saling menantang dengan ancaman kekerasan
Contoh:Orang Roma berkonflik dan memusnahkan penduduk Chartago,Orang Eropa membinasakan eksistensi suku-suku Indian.
Konflik terjadi karena adanya perbedaan- perbedaan dan perubahan-perubahan sosial .
Akibat positif:Bertambahnya solidaritas intern dan rasa in group dan memudahkan perubahan-perubahan kepribadian individu.
Akibat Negatif:Peperangan,korban,harta benda hancur.

3.KONTRAVENSI
Berasal dari kata latin conta dan venire yang berarti menghalangi atau menentang.
Yang di utamakan dalam kontaversi adalah menggagalkan tercapainya tujuan pihak lain yang dirasakan merugikan namun tidak terdapat maksud untuk menghancurkan pihak lain.
Cara-cara kontraversi:
a).Kasar dan Halus.Contoh kasar:fitnah,provokasi,intimidasi.Dan Halus:Bahasa yang sopan tapi makna tajam.
b).Terbuka dan tersembunyi.
c).Resmi dan tidak resmi.
Akibat dari kontraversi:
a).Bagi pihak yang menjadi sasaran,tujuan yang hendak dicapai gagal.
b).Bagi pihak ketiga secara tidak langsung terlibat dalam ketegangan .


SISTEM SOSIAL

PENGERTIAN SISTEM.
Istilah system dari bahasa yunani yaitu systema:Sehimpunan dari bagian atau komponen –komponen  yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.sistem selalu terdiri dari unsure-unsur yang saling berhubungan satu sama lain sebagai satu kesatuan.Karakteristik system:
a).Sistem terdiri dari banyak bagian atau komponen.
b).Komponen-komponen system saling berhubungan satu sama lain dan ketergantungan.
c).Keseluruhan system lebih dari sekedar penjumlahan dari komponen komponennya.
Talcot parson:arti system sebagai sebuah pengertian yang menunjuk pada adanya interdependensi antara bagian-bagian,komponen dan proses yang mengatur hubungan tersebut.

MASYARAKAT SEBAGAI SYSTEM
Menurut Talcott Parson:Kehidupan itu dipandang sebagai sebuah system sosial artinya dalam kehidupan tersebut harus dilihat sebagai suatu keseluruhan atau totalitas dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain saling tergantung dan berada dalam satu kesatuan.

KOMPONEN KOMPONEN SISTEM SOSIAL
Memandang masyarakat sebagai suatu system yang bersifat konsepsual maka yang di anggap sebagai komponen system sosial adalah peran-peran sosial dan pemegang peran sosial tersebut adalah manusia.
Menurut Talcott p ada 3 unsur pokok tindakan manusia:system kepribadian,system sosial,dan system budaya.

SUBSISTEM DAN FUNGSI-FUNGSINYA
Ada 4 subsistem yang menjalankan fungsi-fungsi utama di dalam kehidupan bermasyarakat yang disingkat AGIL:
a).Fungsi adaptasi (adaptation)
b).Fungsi pencapaian tujuan(goal attainment)
c).Fungsi Integrasi(integration)
d).Fungsi untuk mempertahankan atau menegakkan pola dan struktur masyarakat.(lattent pattern maintenance).



0 komentar:

Poskan Komentar